Pemerintah melalui Satuan Tugas Penanganan Covid 19 memperbarui data jumlah kasus positif corona di Indonesia, Selasa (2/3/2021). Berdasarkan data pada situs covid19.go.id, pasien terkonfirmasi positif Covid 19 bertambah 5.712 orang. Kini total kasus positif Covid 19 di Indonesia berjumlah 1.347.026.

Angka tambahan ini seperti diketahui menurun ketimbang Senin kemarin, yang mencapai 6.680 kasus. Data tersebut juga menunjukkan penambahan pasien sembuh mencapai 8.948 orang. Adapun total pasien sembuh secara keseluruhan sebanyak 1.160.863 orang.

Sementara, jumlah yang meninggal dunia menjadi 36.518 orang setelah ada penambahan kasus meninggal hari ini sebanyak 193 orang. Jumlah Suspek yang dipantau per hari ini tercatat sebanyak 73.977 orang. Adapun spesimen yang diperiksa hari ini sebesar 33.174 spesimen. Seperti diketahui, pada Senin (1/3/2021) kemarin, kasus positif Covid 19 total sebanyak 1.341.314 kasus.

Sementara, jumlah pasien sudah sembuh menjadi 1.151.915 orang. Adapun total pasien meninggal dunia sejumlah 36.325 orang. Tim mitigasi IDI mengumumkan sekitar 718 tenaga kesehatan meninggal dunia karena terpapar Covid 19. Ketua Tim Mitigasi IDI, dr Adib Khumaidi SpOT mengatakan, angka kematian tenaga kesehatan baik dokter, dokter gigi, perawat, dan lainnya akibat Covid 19 terus meningkat.

Dalam catatan IDI, hingga 28 Februari ada 325 dokter gugur. Sementara 234 perawat, 33 dokter gigi, 11 apoteker, 106 bidan, 11 ATLM juga meninggal akibat Covid 19. "Ada total sekitar 718 tenaga kesehatan yang gugur," ujarnya dalam konferensi pers virtual yang digelar, Senin (1/3/2021).

Beberapa kasus tenaga kesehatan yang terkonfirmasi positif Covid 19 tidak tertangani dengan baik, karena kesulitan mendapatkan ruang perawatan. "Peran dokter, dokter gigi, perawat dan tenaga kesehatan lain sangat krusial dalam penanganan Covid 19," ungkapnya. IDI mengungkapkan ada sejumlah pokok permasalahan pandemi Covid 19 belum juga menampilkan angka terkendali.

Pertama, belum kuat dan sinergisnya regulasi tentang sistem kesehatan nasional. Kedua, ketidaksiapan sistem kesehatan nasional dalam menghadapi situasi pandemi Covid 19. Lalu, ketergantungan industri dan teknologi kesehatan terhadap luar negeri.

"Ketidaksiapan, kurangnya kesadaran, dan ketidakpatuhan masyarakat dalam menghadapi situasi pandemi Covid 19," ujar Adib. Diketahui pada 2 Maret 2020 lalu, pemerintah resmi mengumumkan dua WNI pertama yang terkonfirmasi positif. Mereka adalah warga Depok, Jawa Barat yakni anak dan ibu.

Sang anak tertular dari guru tari WNA yang bertemu dalam helatan di sebuah restoran di Jakarta Selatan. Pandemi Covid 19 sudah hampir satu tahun lamanya terjadi di Indonesia sejak ditemukan kasus pertama pada 2 Maret 2020 silam. Guru Besar Universitas Indonesia Profesor Zubairi Djoerban menjawab sejumlah pertanyaan jurnalis mengenai kebenaran proyeksi berakhirnya pandemi pada April 2021.

Ia menuliskan jawaban tersebut melalui cuitan di twitter pribadinya. Meski belum bisa memprediksi waktu pastinya, Zubairi menuturkan ada harapan pandemi ini dapat terkendali. Diketahui, data dari angka aktif global selama 6 minggu terakhir berturut turut mengalami penurunan.

Lebih jauh, ia mengatakan sering pula menerima pertanyaan bagaimana tanda pandemi Covid 19 berakhir. Zubairi menuturkan, pandemi ini akan berakhir menjadi endemik atau wabah lokal seperti virus musiman yakni influenza. "Bagaimana pandemi Covid 19 berakhir, apa tanda tandanya? Jurnalis banyak tanya soal ini. Saya pernah bilang, pandemi Covid 19 akan jadi endemik. Tandanya adalah penyakit tersebut akan menjadi “wabah lokal” saja. Seperti Black Death atau virus musiman seperti Influenza," tulisnya melalui akun @ProfesorZubairi.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.