Pengendara motor gede (moge) yang lolos pemeriksaan ganjil genap di Kota Bogor hingga viral akhirnya ditangkap. Dari 12 pengendara moge yang lolos pemeriksaan ganjil genap, 3 di antaranya terbukti melanggar. Ketiga pengendara moge tersebut teridentifikasi menggunakan plat nomor ganjil di tanggal genap.

Kapolresta Bogor Kota Kombes Susatyo Purnomo Condro menerangkan rombongan moge tersebut berangkat dari Bintaro menuju ke Puncak. "Berangkat dariBintarosekitar puku 06.00 WIB pagi, sekitar pukul 07.00 WIB itu mulai memasukiKotaBogordengan tujuan ke arahPuncak," kataKombesSusatyoPurnomoCondro. Rombongan moge ini lantas kembali melewati Kota Bogor sekitar pukul 11.30 WIB.

Menurut Kombes Susatyo Purnomo Condro, saat rombongan melintas petugas di check point sedang salat jumat. "11.30 WIB sampai 13.00 WIB melaksanakan break salat jumat, sehingga mereka tidak ada diskriminasi, kalau emang ada petugas pasti akan dilakukan," kata Kombes Susatyo Purnomo Condro. Tim Polresta Bogor Kota bergerak cepat mengindentifikasi rombongan moge tersebut.

Hingga Sabtu (13/2/2021) dini hari, 12 pengendara ini dikumpulkan. "Diindentifikasi 3 orang menggunakan plat ganjil," kataKombesSusatyoPurnomoCondro. Adapun 3pengendaramogeyang melanggarganjilgenapKotaBogoradalah sebagai berikut.

1. Harfadi, Harley Davidson warna abu abu silver L 2271 BI. "Ini yang viral," kataKombesSusatyoPurnomoCondro. 2. Kaerul Rohman 46 tahun warga Tangerang Harley Davidson warna orange AG 5177 REZ

3. Bapak Tanu 32 tahun warga Jakarta Utara Harley Davidson 6289 ML. MenurutKombesSusatyoPurnomoCondroketiganya tak dikenakan sanksi lalu lintas, melainkan dijerat dengan Peraturan Wali Kota. "Ini bukan penindakan lalu lintas terkait protokol kesehatan berdasar Perawaturan Wali Kota, sehingga kami serahkan ke Satgas covid," kataKombesSusatyoPurnomoCondro.

Sementara itu Wali Kota Bogor Bima Arya menekankan tindakan tegas pada pengendara moge ini agar bisa menjadi pembelajaran bagi semua elemen masyarakat. "Saya kira ini pembelajaran bagi semua agar mentaati peraturan, sudah diproses, dikenakan denda maksismal seusai aturan, sudah diselesaikan juga, kami tidak pandang bulu, siapapun itu pasti akan ditindak sesuai aturan," kataBimaArya. Bima Arya menerangkan alasan menjerat tiga pengendara moge dengan denda maksimal.

"Kan kita melihat kondisinya, kalau warga tidak mampu kita melihat, tapi kan ini ada kemampuan untuk membayar seperti itu," kata Bima Arya. Satu dari 3 pengendara moge meminta maaf atas kesalahan yang dibuat bersama rombongannya. "Memohon maaf kepada Pemkot Bogor bapak Wali kota, aparat dari Polres juga aparat Satgas Covid atas ketidakyamanan yang ditimbulkan dari kegiatan kami jumat pagi," katanya.

Ia mengaku sudah menjalani sanksi yang dikenakan pada mereka. "Kami mohon maaf kami sebagai warga yang taat hukum dan juga sama ya kedudukannya di mata hukum kami sudah menjalankan sanksi diterapkan, kami sudah membayar sanksi," katanya. Ia dan rombongannya mengaku tak mengetahui bahwa sedang diterapkan sistem ganjil genap di Kota Bogor.

"Ini jadi pembelajaran bagi kami semua, tindakan ini karena kami tidak tahu ada pemberlakuan itu, sekali lagi kami mohon maaf atas nama pengendara motor besar di Indoensia," katanya. Ia menerangkan bahwa saat itu mereka kePuncakuntuk menghadiri sebuah acara. "Ada giat aja, kumpul diPuncak," tutupnya.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.