Perbankan di Indonesia segera memblokir kartu ATM lama berbasis magnetic stripe yang digunakan oleh para nasabahnya. Hal tersebut sesuai amanat Surat Edaran Bank Indonesia (BI) No.17/52/DKSP tentang Implementasi Standar Nasional Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number Online 6 (Enam) Digit untuk Kartu ATM dan/atau Kartu Debet yang Diterbitkan di Indonesia. Para nasabah yang belum mengganti kartu ATM berbasis magnetic stripe menjadi berbasis chip, diharapkan paling lambat dapat dilakukan pada 31 Desember 2021.

Dengan adanya surat edaran tersebut, Bank Rakyat Indonesia (BRI) telah menyiapkan langkah langkah, untuk dapat mendorong para nasabah migrasi ke kartu ATM berbasis chip. Direktur Konsumer BRI Handayani mengatakan, berbagai langkah langkah tengah dilakukan untuk mendorong migrasi tersebut. Baik untuk nasabah baru, maupun nasabah eksisting. Dirinya mengatakan, untuk para nasabah baru tentunya akan langsung diberikan kartu ATM berbasis chip.

Sementara itu bagi nasabah eksisting, pihak BRI akan gencar melakukan sosialisasi serta edukasi. Agar para nasabah baru bisa melakukan migrasi ke kartu berbasis chip di lebih dari 9.000 unit kerja BRI di seluruh Indonesia. Handayani juga memastikan, seluruh nasabah BRI tidak akan dipungut biaya apabila melakukan migrasi ke kartu ATM berbasis chip. Dan jangan lupa, para nasabah diwajibkan membawa Kartu Tanda Penduduk (KTP), sebagai syarat utama.

"Nasabah eksisting yang belum menggunakan Kartu ATM/Debit ber chip, maka Bank BRI terus melakukan sosialisasi dan edukasi," ucapnya. "Nasabah cukup membawa KTP dan kartu lama dengan tidak dikenakan biaya," pungkas Handayani.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *