Mantan Jaksa Agung RI Basrief Arief meninggal dunia, pada Selasa (23/3/2021), sekitar pukul 10.00 WIB. Informasi ini disampaikan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Leonard Eben Ezer Simanjuntak melalui keterangan tertulis pada Selasa pagi. "Kejaksaan Republik Indonesia berdukacita atas berpulangnya ke hadirat Allah SWT Bapak Basrief Arief," ucap Leonard. Dia menjelaskan, almarhum Basrief tutup usia pada Selasa pagi, sekitar pukul 10.00 WIB.

Namun, belum ada penjelasan mengenai penyebab meninggalnya Basrief. "Semoga amal ibadah almarhum di terima di sisi Allah SWT dan dibukakan pintu maaf sebesar besarnya," kata Leonard. Basrief Arief merupakan Jaksa Agung yang menjabat di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Basrief Arief juga sempat menjabat sebagai Wakil Jaksa Agung di era Abdul Rahman Saleh. Alumni FH Pasca Sarjana Unpad dan FH Universitas Andalas itu pernah menjadi Ketua Tim Pemburu Koruptor yang dibentuk oleh Kementerian Politik Hukum dan Keamanan. Di era kepemimpinannya, Tim Pemburu Koruptor menangkap bekas Direktur Bank Sertivia, David Nusa Wijaya, yang merupakan terpidana kasus korupsi dana BLBI senilai Rp 1,3 triliun. Saat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) memilih Basrief Arief menjadi Jaksa Agung menggantikan Hendarman Supandji. Banyak orang yang bertanya siapa Basrief Arief. Bagi korps Kejaksaan, nama Basrief Arief bukan orang lain. Jabatan terakhir yang ia emban sebelum pensiun adalah Wakil Jaksa Agung pada 2005 Februari 2007. Basrief juga pernah menjabat sebagai Ketua Tim Pemburu Koruptor.

Basrief Arief lahir di Tanjung Enim, Sumatera Selatan pada tanggal 23 Januari 1947. Ia adalah alumni Program Pasca Sarjana Universitas Padjajaran (Unpad) dan Fakultas Hukum Universitas Andalas. Setelah menyelesaikan studi pada Sekolah Hakim Dan Jaksa di Palembang tahun 1967 kemudian mengabdikan diri pada jajaran Kejaksaan Agung RI. Pernah menjabat sebagai Kepala Kejaksaan Negeri Belawan, Sumatera Utara. Kemudian menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Cibinong,Jawa Barat, Kepala Kejari Jakarta Pusat.

Kemudian menjadi Asisten Pidum Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, Staf Ahli Kejaksaan Agung R.I, Kepala Biro Umum, Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta. Nama Basrief tahun 2000 sering muncul karena menjabat sebagai Kepala Bagian Humas Kejaksaan Agung (Kejagung). Karir Basrief makin moncer tatkala dipercaya menjabat Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel). Ketika menjabat Jamintel, Basrief juga menjabat Ketua Tim Terpadu Pencari Terpidana dan Tersangka Perkara Tindak Pidana Korupsi atau Tim Pemburu Koruptor.

Ketika Jaksa Agung dijabat Abdurahman Saleh, Basrief dipercaya menjadi Wakil Jaksa Agung pada tahun 2005 hingga pensiun Februari 2007. Saat ini Basrief menjabat sebagai Ketua Presidium Keluarga Besar Purna Adhyaksa (KBPA) dan Senior Managing Partners pada Kantor Konsultan Hukum Dan Investasi SH dan rekan. Tahun 2007 saat pendaftaran calon pimpinan KPK, Basrief menolak untuk mendaftarkan diri. Sejak saat pensiun itulah Basrief seakan menghilang.

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published.